Latest Posts

Senin, 03 Agustus 2015

KATA KERJA OPERASIONAL (KKO) KURIKULUM 2013

Tidak ada komentar:
Nah teman-teman selamat datang di blog supeksa, artikel ini akan membahas mengenai kata kerja operasional kognitif, afektif dan psikomotor. Sebelumnya kita bahas dulu pengertiannya

Upaya pengembangan fungshttp://sang-aktor.blogspot.com/http://sang-aktor.blogspot.com/i koqnitif akan berdampak positif bukan hanya terhadap koqnitif sendiri, melainkan terhadap afektif dan psikomotor. Ada dua macam kecakapan koqnitif siswa yang perlu dikembangkan secara  khusu oleh guru yaitu:
Strategi belajar memahami isi materi pelajaran
Strategi menyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung didalam materi tersebut.
Strategi adalah prosedur mental yang berbentuk tatanan tahapan yang memerlukan upaya yang bersifat koqnitif dan selalu dipengaruhi oleh pilihan koqnitif atau kebiasaan belajar. Pilihan tersebut yaitu menghafal prinsip yang ada dalam materi dana mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut.
Ada dua prefensi koqnitif

Dorongan dari luar (motif ekstrinsik) yang mengakibatkan siswa menggarap belajar hanya sebagai alat pencegah ketidakstabilan atau ketidaknaikkan. Aspirasi yang dimilikinya bukan ingin menguasai materi secara mendalam tetapi hanya sekedar lulus  atau naik kelas semata
Dorongan dari dalam (motif Intrinsik), dalam arti siswa tertarik dan membutuhkan materi-materi yang disajikan gurunya.

Guru dituntut untuk mengembangkan dengan kecakapan koqnitif siswa dalam memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya dan keyakinan terhadap pesan moral yang terkandung dan menyatu dalam pengetahuan.
b. Kecakapan Afektif
Kebersihan pengembangan koqnitif tidak hanya membuahkan kecakapan koqnitif akan tetapi membuahkan kecakapan afektif. Pemahaman yang mendalam terhadap arti penting materi serta preferensi. Koqnitif mementingkan aplikasi prinsip atau meningkatkan kecakapan afektif para siswa. Peningkatan-peningkatan afektif ini antara lain, berupa kesadaran beragama yang mantap
c. Kecakapan psikomotor
Keberhasilan pengembangan koqnitif berdampak positif pada perkembangan psikomotor. Kecakapan psikomotor adalah segala amal jasmaniah yang konkrit dan mudah diamati baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Kecakapan psikomotor merupakan manifestasi wawasan pengetahuan dan kesadaran serta sikap mentalnya
Ketiga aspek atau ranah kejiwaan itu erat sekali dan bahkan tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)
CONTOH DAFTAR KATA KERJA RANAH KOGNITIF (Cl – C6)
Pengetahuan (Cl)
Pemahaman (C2)
Penerapan (C3)
Analisis (C4)
Sintesis (C5)
Penilaian (C6)
Mengutip
Memperkirakan
Menugaskan
Menganalisis
Mengabstraksi
Membandingkan
Menyebutkan
Menjelaskan
Mengurutkan
Mengaudit
Mengatur
Menyimpulkan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Menentukan
Memecahkan
Menganimasi
Menilai
Menggambar
Mencirikan
Menerapkan
Menegaskan
Mengumpulkan
Mengarahkan
Membilang
Merinci
Menyesuaikan
Mendeteksi
Mengkategorikan
Mengkritik
Mengidentiflkasi
Mengasosiasikan
Mengkalkulasi
Mendiagnosis
Mengkode
Menimbang
Mendaftar
Membandingkan
Memodifikasi
Menyeleksi
Mengkombinasikan
Memutuskan
Menunjukkan
Menghitung
Mengklasifikasi
Memerinci
Menyusun
Memisahkan
Memberi label
Mengkontrasikan
Menghitung
Menominasikan
Mengarang
Memprediksi
Memberi indek
Mengubah
Membangun
Mendiagramkan
Membangun
Memperjelas
Memasangkan
Mempertahankan
Mengurutkan
Mengkorelasikan
Menanggulangi
Menugaskan
Menamai
Menguraikan
Membiasakan
Merasionalkan
Menghubungkan
Menafsirkan
Menandai
Menjalin
Mencegah
Menguji
Menciptakan
Mempertahankan
Membaca
Membedakan
Menentukan
Mencerahkan
Mengkreasikan
Memerinci
Menyadap
Mendiskusikan
Menggambarkan
Menjelajah
Mengoreksi
Mengukur
Menghafal
Menggali
Menggunakan
Membagankan
Merancang
Merangkum
Menim
Mencontohkan
Menilai
Menyimpulkan
Merencanakan
Membuktikan
Mencatat
Menerangkan
Melatih
Menemukan
Mendikte
Memvalidasi
Mengulang
Mengemukakan
Menggali
Menelaah
Meningkatkan
Mengetes
Mereproduksi
Mempolakan
Mengemukakan
Memaksimalkan
Memperjelas
Mendukung
Meninjau
Memperluas
Mengadaptasi
Memerintahkan
Memfasilitasi
Memilih
Memilih
Menyimpulkan
Menyelidiki
Mengedit
Membentuk
Memproyeksikan
Menyatakan
Meramalkan
Mengoperasikan
Mengaitkan
Merumuskan
Mempelajari
Merangkum
Mempersoalkan
Memilih
Menggeneralisasi
Mentabulasi
Menjabarkan
Mengkonsepkan
Mengukur
Menggabungkan
Memberi kode
Melaksanakan
Melatih
Memadukan
Menelusuri
Meramalkan
Mentransfer
Membatasi
Menulis
Memproduksi
Mereparasi
Memproses
Mengaitkan
Menampilkan
Mensuimulasikan
Menyiapkan
Memecahkan
Memproduksi
Mel.akukan
Merangkum
Mentabulasi
Merekonstruksi
Menyusun
Memproses
meramalkan
Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:
Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.
Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang pengetahuan adalah dapat menghafal surat al-’Ashar, menerjemahkan dan menuliskannya secara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Pemahaman (comprehension)
Adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.  Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.
Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif pada jenjang pemahaman ini misalnya: Peserta didik atas pertanyaan Guru Pendidikan Agama Islam dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-’Ashar secara lancar dan jelas.
Penerapan (application)
Adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Penerapan ini adalah merupakan proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman.

Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang penerapan misalnya: Peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep kedisiplinan yang diajarkan Islam dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Analisis (analysis)
Adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi.

Contoh: Peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata dari kedisiplinan seorang siswa dirumah, disekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, sebagai bagian dari ajaran Islam.
Sintesis (syntesis)
Adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Salah satu jasil belajar kognitif dari jenjang sintesis ini adalah: peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh islam.
Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)
Adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.
CONTOH DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK RANAH AFEKTIF (A1-A5)
Menerima (Al)
Menanggapi (A2)
Menilai (A3)
Mengelola (A4)
Menghayati (A5)
Memilih
Menjawab
Mengasumsikan
Menganut
Mengubah prilaku
Mempertanyakan
Mem bantu
Meyakini
Mengubah
Berakhlak mulia
Mengikuti
Mengajukan
Melengkapi
Menata
Mempengaruhi
Memberi
Mengkompromikan
Meyakinkan
Mengklasifikasikan
Mendengarkan
Menganut
Menyenangi
Memperjelas
Mengkombinasikan
Mengkualifikasi
Mematuhi
Menyambut
Memprakarsai
Mempertahankan
Melayani
Meminati
Mendukung
Mengimani
Membangun
Menunjukkan
Mendukung
Mengundang
Membentuk pendapat
Membuktikan
Menyetujui
Menggabungkan
Memadukan
memecahkan
Menampilkan
Memperjelas
Mengelola
Melaporkan
Mengusulkan
Menegosiasi
Memilih
Menekankan
Merembuk
Mengatakan
Menyumbang
Memilah
Menolak
Menurut Krathwol (1964) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima kategori :
a. Penerimaan (recerving)
Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap sitimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif.
b. Pemberian respon atau partisipasi (responding)
Satu tingkat di atas penerimaan. Dalam hal ini siswa menjadi terlibat secara afektif, menjadi peserta dan tertarik.
c. Penilaian atau penentuan sikap (valung)
Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”.
d. Organisasi (organization)
Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakup tingkah laku yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.
e. Karakterisasi / pembentukan pola hidup (characterization by a value or value complex)
Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang. Nilai-nilai sangat berkembang nilai teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan. Tujuan dalam kategori ini ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa
CONTOH KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK RANAH PSIKOMOTOR (P1-P4)
PENIRUAN (PI)
MANIPULASI (P2)
KETETAPAN (P3)
ARTIKULASI (P4)
Mengaktifkan
Mengoreksi
Mengalihkan
Mengalihkan
Menyesuaikan
Mendemonstrasikan
Menggantikan
Mempertajam
Menggabungkan
Merancang
Memutar
Membentuk
Melamar
Memilah
Mengirim
Memadankan
Mengatur
Melatih
Memindahkan
Menggunakan
Mengumpulkan
Memperbaiki
Mendorong
Memulai
Menimbang
Mengidentifikasikan
Menarik
Menyetir
Memperkecil
Mengisi
Memproduksi
Menjelaskan
Membangun
Menempatkan
Mencampur
Menempel
Mengubah
Membuat
Mengoperasikan
Menskestsa
Membersihkan
Memanipulasi
Mengemas
Mendengarkan
Memposisikan
Mereparasi
Membungkus
Menimbang
Mengkonstruksi
Mencampur

Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi lima kategori yaitu :
a. Peniruan
terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan. Mulai memberi respons serupa dengan yang diamati. Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan tidak sempurna.
b. Manipulasi
Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini siswa menampilkan sesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.
c. Ketetapan
memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.
d. Artikulasi
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.
e. Pengalamiahan
Menurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakannya dilakukan secara rutin. Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotorik

Continue Reading...

Senin, 20 Juli 2015

CONTOH SOAL UKK 2013

Tidak ada komentar:

SOAL LATIHAN UKK UNTUK KELAS 5 DAN 6

SOAL INI SAYA SUSUN DALAM BENTUK MEDIA FAlSH PLAYER LENGKAP DENGAN KUNCI JAWABNNYA.

SOAL UKK INI SAYA SUSUN DENGAN TUJUAN UNTUK MENARIK SISWA SUPAYA SEMANGAT BELAJAR
 BERIKAN TANGGAPAN DAN KRITIK YANG MEMBANGUN UNTUK HALAMAN INI.




FILE BISA DI DOWNLOAD: DISINI >>>

JIKA BERMINAT SAYA BERSEDIA MEMBUATKAN SOAL SEPERTI FILE TERSEBUT UNTUK SEMUA JENJANG

CALL CENTER : 085105311171 ATAU  081349668567 


Continue Reading...

Jumat, 17 Juli 2015

Langkah-Langkah Penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Sekolah Dasar

Tidak ada komentar:

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah acuan atau pedoman dasar dalam menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
Rambu-Rambu Penyusunan KKM
Adapun rambu-rambu dalam penetapan KKM adalah sebagai berikut :
Pertanyaan :
  1. Kapan KKM ditetapkan?
  2. Siapa yang Menetapkan KKM?
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan apa?
  4. Maksimal Nilai ketuntasan berapa?
  5. Apakah sekolah dapat menetapkan nilai KKM kurang dari nilai maksimal KKM?
  6. Apakah nilai KKM perlu dicantumkan di dalam LHBS?
Jawaban :
  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajran
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
  4. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
  5. Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
  6. Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS
Mekanisme dan Langkah-Langkah Penyusunan KKM

Kopleksitas Materi 
·         (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai siswa
·         Tingkat Kompleksitas Tinggi, bila dalam pelaksanaannya menuntut :
o    SDM (Siswa memahami Kompetensi yang harus dicapai dan kreatifitas serta inovatif dalam melaksanakan pembelajaran
o    WAKTU (sukup lama karena perlu pengulangan
o    PENALARAN dan  KECERMATAN siswa yang tinggi.
Daya Dukung
KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG yaitu ketersediaan tenaga, sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan , BOP, manajemen sekolah, kepedulian stakeholder sekolah.
Intake        
KEMAMPUAN yang dimiliki oleh peserta didik atau input yang diterima.
Format Penetapan KKM

Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai
A. Dengan memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan :
·         Kompleksitas : Tinggi = 1, Sedang = 2 dan Rendah = 3
·         Daya Dukung : Tinggi = 3, Sedang = 2 dan Rendah = 1
·         Intake : Tinggi = 3, Sedang = 2 dan Rendah = 3
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang maka nilainya adalah :
(3+3+2)  x 100 = 88,89 dibulatkan menjadi 899
Contoh Format A
B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria, misalnya :
·         Kompleksitas  : Tinggi = 50-64, Sedang = 65 – 80, Rendah = 81 – 100
·         Daya Dukung   : Tinggi = 81 – 100, Sedang = 65 – 80, Rendah =50 – 64
·         Intake                 : Tinggi = 81 – 100, Sedang = 65 – 80, Rendah =50 – 64
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang maka nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang ditentukan.
Dalam menentukan rentang nilai dan mentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatna forum KKG di sekolah.


Selengkapnya : Download : Klik Disini Jika Link Bermasalah Silahkan Disini_Lho
Continue Reading...

Selasa, 07 April 2015

SOAL UN SD

Tidak ada komentar:

 A. VERSI APLIKASI QUIZ
  1. PAKET 1 BAHASA INDONESIA KLIK SAJA DISIN
  2. PAKET 2 BAHASA INDONESIA KLIK SAJA DISINI
  3. PAKET 1 MATEMATIKA KLIK AJA DISINI
  4. PAKET 1 IPA KLIK SAJA DISINI
  5. PAKET 2 IPA KLIK SAJA disini
  6. PAKET 3 IPA KLIK SAJA disini
  7. Paket_Sukses_UN_US_Matematika Klik disini
  8. Sukses_US_B.Indonesia _ Klik disini
  9. Sukses US IPA 2014-2015 Klik Saja disini
B. VERSI PDF DAN WORD DI BAWAH INI 
  1. PAKET 1 IPA SD-MI               KILIK SAJA disini
  2. PAKET 2 IPA SD-MI               KILIK SAJA disini
  3. PAKET 3 IPA SD-MI               KILIK SAJA disini
  4. PAKET 4 IPA SD-MI               KILIK SAJA disini
  5. SOAL UN MATEMATIKA SD  KLIK SAJA disini
  6. APLIKASI LATIHAN UKK PKn KILIK SAJA disini
  7. SOAL CAMPURAN KELAS 3, 4, 5, 6           KLIK disini

Berikan Komentar Anda !
Continue Reading...

SOAL UN SMA

Tidak ada komentar:
BAB-1.-Pangkat-Akar-dan-Logaritma                KLIK disni
BAB-2.-Fungsi-Kuadrat                                     KLIK disni
BAB-3.-Sisitem-Persamaan-Linear                     KLIK disni
BAB-4.-Trigonometri-I                                       KLIK disni
BAB-5.-Trigonometri-II                                      KLIK disni
BAB-6.-Logika-Matematika                               KLIK disni
BAB-7.-Dimensi-Tiga                                         KLIK disni
BAB-8.-Statistika                                               KLIK disni
BAB-9.-Peluang                                                 KLIK disni
BAB-10.-Lingkaran                                            KLIK disni
BAB-11.-Suku-Banyak                                      KLIK disni
BAB-12.-Fungsi-Komposisi-dan-Fungsi-Invers  KLIK disni
BAB-13.-Limit-Fungsi                                        KLIK disni
BAB-14.-Turunan-Derivatif                                KLIK disni
BAB-15.-Integral                                               KLIK disni
BAB-16.-Program-Linear                                  KLIK disni
BAB-17.-Matriks                                              KLIK disni
BAB-18.-Vektor                                               KLIK disni
BAB-19.-Tranformasi                                        KLIK disni
BAB-20.-Barisan-dan-deret                              KLIK disni
BAB-21.-Fungsi-Eksponen-dan-Logaritma       KLIK disni
Continue Reading...

Jumat, 03 April 2015

Pengertian Seni Rupa Lengkap

2 komentar:

Pengertian Seni Rupa Lengkap - Seni Rupa adalah salah satu bagian kesenian yang penerapannya berbentuk dua atau tiga dimensi karena memiliki panjang dan lebar, serta volume. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.

Seni rupa adalah seni yang cara pengungkapannya diwujudkan dalam bentuk rupa, yang meliputi unsur garis, warna, bidang, tekstur, gelap terang, dan titik. Seni rupa merupakan realisasi dari sebuah imajinasi yang tanpa batas dan tidak ada batasan dalam sebuah karya seni. Sehingga dalam berkarya seni tidak akan kehabisan ide dan imajinasi.

Lebih jauh tentang seni, ya seni sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini. Bisa kita bayangkan jika hidup tanpa seni, pasti tidak akan berawarna dan tentunya membosankan. Dan itulah salah satu fungsi seni, yakni untuk memuaskan hati manusia akan keindahan yang bisa menyemangati hati dan pikiran. Seni rupa sendiri juga begitu, seperti batik yang coraknya melambangkan sesuatu dan memiliki makna tersendiri.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

Seni rupa adalah bagian dari kesenian maupun seni budaya yang tidak bisa dipisahkan. Dalam kesenian, ada seseorang yang berperan sebagai creator atau pembuat seni dan ada juga yang berperan sebagai apresiator alias orang yang memberikan apresiasi terhadap suatu karya seni. Semoga informasi mengenai pengertian seni rupa ini dapat membantu menyelesaikan tugas sekolah Anda maupun yang lainnya. Terima kasih juga telah membaca artikel ini. Jangan lupa baca informasi lainnya. Semoga bermanfaat.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts

Dalam seni rupa murni, karya yang tercipta merupakan bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Sehingga objek yang dibuat merupakan hasil dari satu atau lebih dari satu media yang ada (sebagai catatan bahwa media atau bahan seni di dunia juga tidak terbatas).

Unsur-unsur Seni Rupa :
1. Garis
2. Bidang
3. Bentuk 
 4. Arah
5. Ukuran
6. Warna
7. Gelap Tera ng

Karya seni rupa menurut wujudnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yakni :
a. Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran, yakni panjang dan lebar. Karya seni rupa ini hanya dapat dihayati ataupun dilihat dari satu arah yaitu dari depan. Contohnya: seni lukis, seni ilustrasi, seni batik seni grafik, sketsa dan lain-lain.



b. Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran panjang, lebar dan tinggi atau tebal (mempunyai volume). Karya seni rupa ini dapat dinikmati atau dihayati dari beberapa arah pandang.

Contohnya: seni patung, seni kriya, seni bangunan, seni dekorasi, seni taman dan lain-lain.

Beberapa jenis seni rupa dimensi antara lain sebagai berikut.

  1. Seni lukis, ialah pengembangan yang lebih lengkap dari menggambar.
  2. Seni grafis, ialah cabang seni yang menggunakan alat cetak untuk menggambar. Contoh hasil karya seni grafis adalah cetak sablon dan poster.
  3. Seni kriya yang termasuk seni dua dimensi adalah batik.
  4. Seni ilustrasi, ialah seni menggambar sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan untuk menerangka, menghiasi atau memudahkan pembaca memahami suatu cerita, tulisan, atau informasi tertulis lainnya. Contoh karikatur, komik.
Karya Seni Rupa Menurut Fungsi atau Manfaatnya
Seni besar sekali manfaatnya dalam kehidupan manusia, baik dapat dirasakan secara langsung ataupun tidak.
Di bawah ini diuraikan dua jenis fungsi seni:
  1. Seni Rupa Murni (Fine Art) Karya seni rupa ini diciptakan dengan bebas tanpa memperhitungkan segi fungsi atau manfaat. Seniman atau pelukis menciptakan karya seni ini dengan bebas mengekspresikan isi hati atau idenya. Karya seni murni ini berfungsi sebagai fungsi individual. Jenis karya seni rupa ini contohnya: seni lukis, seni patung, seni grafika dan sebagainya. 
  2. Seni Rupa Terapan (Applied Art) Karya seni rupa ini diciptakan selain mempertimbangkan unsur estetika juga untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis karya seni rupa ini contohnya: seni bangunan, perabot rumah tangga, kendaraan, seni taman, reklame, ilustrasi, seni kerajinan, tata rias dan busana, seni batik dan lain-lain. Karya seni terapan dapat berfungsi sebagai fungsi sosial. 
Bidang / cabang-cabang seni rupa, 

1. Seni rupa murni
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan).

Seni instalasi adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran) sebagai konsepsi akhir dari olah rupa

Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya. Venus of Dolni Vestonice adalah karya keramik tertua yang pernah ditemukan.

2. Desain
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut

Disain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak

Desain industri adalah seni terapan di mana estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.

Masih ada beberapa jenis desain dalam seni rupa antara lain : desain Interior,desain Busana.

3. Kriya
Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni”

Kriya tekstil
Tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun. Barang-barang tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut seperti kain, pakaian, perlengkapan rumahtangga dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan berbagai karya seni kriya atau seni terapan yang berkaitan atau menggunakan bahan tekstil, antara lain : segala bentuk rancangan tenun, rancangan pakaian, rancangan motif dan rancangan barang-barang rumah tangga dan asesoris, batik, aksesori misal bando, pita, kipas, tas tangan, perlengkapan rumah tangga dan hiasan ruangan misalnya taplak meja, kain korden, hiasan dinding, serbet makan, celemek, sarung bantal, sprei dan sebagainya.

Kriya kayu
Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain

Kriya keramik
Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain.
Continue Reading...

Definisi Budaya

1 komentar:
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Pengertian kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-Unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
  • alat-alat teknologi
  • sistem ekonomi
  • keluarga
  • kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
  • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • organisasi kekuatan (politik)
3. C. Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara universal (universal categories of culture) yaitu:
  • bahasa
  • sistem pengetahuan
  • sistem tekhnologi, dan peralatan
  • sistem kesenian
  • sistem mata pencarian hidup
  • sistem religi
  • sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan
Wujud dan komponen

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnyakonkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.

Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :

Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Lembaga social
Lembaga social, dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan, dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar, dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota, dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier

Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup, dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.

Estetika
Berhubungan dengan seni, dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari –tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan, dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning, dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.

Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian, dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik, dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan, dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari, dan dipahami agar komunikasi lebih baik, dan efektif dengan memperoleh nilai empati, dan simpati dari orang lain.
Continue Reading...

Akting: Susah-susah Gampang, Gampang-gampang Susah

Tidak ada komentar:
Berakting gampang-gampang susah. Mengapa?
Menjadikan peran, dan bukan sekadar menjadi peran, butuh berlatih keras, berulang-ulang, bahkan sampai bosan. Tidak cukup mengandalkan bakat semata, apalagi bila hanya bermodalkan fisik tanpa wawasan. Untuk menghidupkan seorang tokoh, seorang aktor harus mampu menjiwai perannya, mengolah tubuh sedemikian rupa, memberi roh pada karakter yang dimainkan. Dibutuhkan keterampilan, kepiawaian, serta kualitas nalar yang baik agar akting menjadi wajar, indah, dan tepat. Sesulit itukah?
Berakting susah-susah gampang. Bila Anda tahu trik-triknya, akting adalah seni yang tidak terlalu sulit dilakukan. Yapi Tambayong, yang lebih dikenal dengan nama Remy Sylado, dramawan dan pemimpin Dapur Teater 23761, memaparkan secara gamblang metode, langkah demi langkah, menuju aktor yang baik di buku ini. Disertai contoh-contoh latihan yang mudah dilakukan, serta penjelasan lengkap tentang seni akting, melingkupi kerangka, arah, segi-segi, asas, dan hakikat akting, serta sejarah singkat perjalanan teater di Indonesia, buku ini adalah salah satu bacaan tepat guna bagi Anda yang ingin menjadi aktor cemerlang.

SENI AKTING
Ackting (peran) berasal dari kata “to act” yang artinya “beraksi”.
Yaitu perpaduan antara  atraksi fisikal (tubuh), intelektual (analisis karakter dan naskah) dan spiritual (transformasi jiwa).
Yah, kurang lebih seperti itulah sedikit pengertian dari kata “akting” seperti yang tertera pada sebuah buku lokal yang pernah saya baca pada bagian awal materi.
Dan disini saya akan mencoba menerangkan secara singkat dan bermanfa’at bagi anda para pencinta seni dari apa yang saya dapatkan tentang akting (seni peran) melalui beberapa judul buku bertemakan seni peran secara mendalam.
 Untuk lebih jelasnya baca halaman dibawah ini.

BAGAIMANAKAH MENJADI AKTOR?
Untuk menjadi seorang pemeran atau aktor kamu harus mempersiapkan diri secara optimal dan sungguh-sungguh, yaitu dengan cara membangkitkan, mengolah serta meningkatkan potensi yang ada pada diri kamu.
Adapun sarana untuk menghasilkan akting, antara lain melalui potensi:

1. TUBUH (FISIK).
Mempelajari movement, blocking, keterampilan kaki, gesture, business, pusat perhatian dan ekspresi wajah.

2.   SUARA (VOKAL)
Mempelajari tekhnik vocal, fungsi dialog dan dialek(variasi didalam pengucapan dan aksen) 

3.    PERASA’AN (EMOSI)
Mempelajari macam-macam emosi, peran dan improvisasi.

4.    FIKIRAN (RASIO)
Mempelajari interpretasi skenario, memahami dan menghayati.

BERAKTING DARI HATI
Kalau kamu ingin menjadi pemeran yang professional, tidak ada cara yang paling baik, selain kamu harus rajin melatih kemampuan akting dari dalam hati. Agar ketika memerankan sebuah tokoh peran, kamu mampu menjadi sosok yang diperankan dengan menggunakan perangkat dalam diri kamu.
Dan kamu juga harus mengarahkan fikiran dan perasa’anmu, sehingga:
Ø  bisa menyelami fikiran sang tokoh.
Ø  bisa merasakan apa yang dirasakan tokoh tersebut.

Cara melatih kemampuan akting dari dalam:
1.         mencari sosok yang kira-kira bisa mewakili sosok tokoh yang akan diperankan.
2.         amati dengan seksama.
3.         rasakan perbeda’an dirinya dengan kita sebagai pemeran.
4.         cobalah memikirkan apa yang difikirkan tokoh itu.
5.         dan cobalah juga merasakan apa yang difikirkannya.

 Nah, apa kamu sudah mulai faham dengan yang namanya akting dan bagaimana cara berakting dengan baik?

Berikut ini saya akan coba untuk mengulasnya secara lebih mendalam dan sederhana.
a. Pengertian Akting
Akting adalah segala kegiatan, gerak, atau perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku. Akting meliputi miik, pantomim, dialog, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adegan aktor atau pemain drama.

b. Tujuan Akting
Tujuan akting adalah “to be a character”, yaitu mengekspresikan suatu perwatakan yang khas dari seorang tokoh.

c. Teknik Akting
Teknik akting terbaik ialah yang paling efektif dan yang berhasil mengekspresikan intent (maksud/ ide)
penulis, intent adegan, dan intent karakter. Untuk dapat berakting dengan baik, ada 10 teknik yang perlu diperhatikan :

Ø  Metode tindak lahir
Aktor harus mengetahui lebih dulu motivnya berakting (dasar dan tujuan).
Ø   Kemampuan mengandaikan
Bila seseorang menjadi tokoh tertentu, maka ia harus memikirkan apa dan bagaimana yang harus ia lakukan ?
Ø  Kemampuan imajinasi
Menggambarkan / membayangkan sesuatu yang tidak ada. Konsentrasi Seorang aktor harus memusatkan perhatian dan pikirannya pada peran yang ia bawakan.
Ø  Emosional memori
Seorang aktor hendaknya mengingat-ingat atau mengenang kembali pengalaman atau kejadian-kejadian yang pernah dialami sendiri yang kira-kira serupa dengan adegan yang dimainkannya.
Ø  Kesatuan
Antar aktor yang satu dengan yang lain harus ada kerjasama yang bersifat kolektif.
Ø  Harmoni
Setiap aktor harus berusaha menyesuaikan dirinya dengan peran/ perwatakan yang dibawakan (menghayati/ menjiwai setiap elemen yang berkaitan dengannya).
Ø  Tempo irama
Tiap akting harus ada iramanya. Artinya, akting tidak boleh tergesa-gesa juga tidak boleh dilambat lambatkan.
Ø  Super objektif
Tiap aktor harus tahu siapa yang sedang memegang peranan penting dalam suatu adegan yang sedang berlangsung.
Ø  Kebenaran dan keyakinan
Setiap aktor harus yakin akan peran yang dibawakan.

Pengertian Seni Peran
SENI
seni adalah gagasan seseorang yang di tuangkan melalui media tertentu dan menggunakan teknik tertentu sehingga ,menghasilkan suatu nilai estetika sendiri.mseni menghasilkan sutu karya seni yang indah sehingga orang senang melihat atau mendengarnya.

PERAN
Peran adalah aspek dinamis dari suatu status (kedudukan)

Definisi Seni Peran
Seni peran adalah salah satu cabang ilmu seni yang khusus mempelajari bagaimana tehnik menciptakan dan memainkan peran (berakting) sebagai seorang tokoh tertentu baik di atas pentas (panggung) mau pun dalam sebuah film. Dan pelaku seni peran ini disebut sebagai aktor. Sementara sebutan artis, agak melebar dan kurang bersifat spesifik dan substansial.
Dengan demikian, seni peran berarti ilmu akting. Dan definisi akting menurut interpretasi saya adalah :
" SEGENAP AKTIFITAS, BAIK LAHIR MAU PUN BATIN YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG AKTOR DI ATAS PENTAS, UNTUK MENGHIDUPKAN TOKOH PERANANNYA SESUAI DENGAN JALANNYA CERITERA."
Seni Peran atau seni akting adalah sebuah ilmu seni yang sangat panjang (rentang waktu analisisnya) sehingga dikatakan seni yang tidak akan pernah selesai (masa pembelajarannya). Selama seorang aktor itu masih bernapas, ia masih terus belajar diantara lahirnya karya-karya seninya.

Seorang aktor yang telah memainkan seribu peranan sekalipun, tetap akan mempelajari lagi peranannya saat ia akan memainkan peranannya untuk yang keseribusatukalinya.
Continue Reading...

Rabu, 01 April 2015

GALERI

1 komentar:
Continue Reading...

Pert Latifa VS Banjarbaru1

Tidak ada komentar:




Continue Reading...

TURNAMEN TAEKWONDO CHAMPION YUNIOR / PRA YUNIAOR SE KALIMANTAN SELATAN DAN SE KALIMANTAN TENGAH

Tidak ada komentar:
BERTANDING DENGAN SPOERIF MASA DEPAN RAIH CICTA-CITA

UPACARA PEMBUKAAN TURNAMEN TAEKWONDO


ANANDA LATIFA NUR FAIQOH VS BANJARBARU BABAK 1


ANANDA M. ALAIF NUR FATAH GHOFUR VS ATLIT BANJAR BARU


ANANDA M. ALAIF NUR FATAH GHOFUR VS ATLIT BANJAR BARU


Continue Reading...